Teknologi Seharusnya Bisa Membangun Bangsa Bagi Generasi Muda
![]() |
| (Sumber foto: www.shopback.co.id) |
Berbicara mengenai perkembangan teknologi, salah satu yang fenomenal adalah media sosial. Di zaman yang modern ini sudah banyak individu yang sudah memiliki media sosial. Mulai dari kalangan anak-anak hingga kalangan lansia. Lalu, apa fungsi dari media sosial? pada saat ini, media sosial banyak digunakan masyarakat untuk berinteraksi jarak jauh, membagikan suatu moment-moment penting,menyampaikan informasi, hingga berbisnis. Tapi, apakah media sosial memberi pengaruh negatif terhadap masyarakat?
Memang media sosial banyak memberi kemudahan. Tapi hal yang tak disangka, banyak juga pengaruh negatif terhadap media sosial. Yang masih hangat adalah kasus tentang Cyber Crime, Cyber Bully, Hoax, even Cyber Sex. Kenapa Hal tersebut bisa terjadi? Apakah ada pihak yang mengetahuinya? Hal itu dapat terjadi karena banyak pengguna media sosial yang salah dalam memahami tujuan-tujuan media sosial. Kadang kita sebagai masyarakat hanya bisa resah, padahal pengaruh-pengaruh tersebut datang dari diri kita sendiri. Apakah anda menyadarinya? dengan anda memposting diri anda yang sedang menggunakan pakaian tidak wajar di media sosial, itu sudah dapat menjadi faktor pemicu dari tumbuhnya dampak negatif dari media sosial. Dan inilah faktor-faktor penyalagunaan media sosial.
Jika seseorang mempunyai kekuatan iman dan taqwa yang besar, sudah pasti ia akan memikirkan segala tindakan yang akan ia perbuat. Tentu ia akan menggunakan media sosial secara bijak dan positif. Hal ini dapat berpengaruh positif juga terhadap sekitarnya. Lalu, apakah anda sendiri sudah memilikinya? Bagaimana juga dengan sanak saudara anda?
Faktor yang kedua adalah kebijakan-kebijakan yang telah dibuat media sosial. Seharusnya, pihak media sosial lebih ketat dalam mensensor konten-konten dan kata-kata yang tidak pantas dipublikasikan. Selain itu, pihak media sosial juga harus bersosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya-nya media mereka jika disalahgunakan. Karena banyak contoh yang bisa kita ambil, salah satunya pada aplikasi biru yang berlambang huruf F. Banyak sekali yang salah dalam menggunakan media sosial, seperti berkata kasar, curhat alay, hingga memposting lokasi setiap saat. Yang lebih kritisnya, biasaya mereka yang salah adalah pengguna yang masih sangat awam dan terlalu candu dalam bermedia sosial. Sebenarnya hal tersebut sanggat disayangkan, karena ketika kita mengabarkan posisi kita setiap saat, bisa berdampak pada mengintaian yang akhirnya berujung pada kejahatan.
Faktor yang terakhir adalah pengawasan orang tua atau orang yang lebih dewasa. Bagaimanapun, kita tidak bisa melarang anak dan saudara kita untuk bermedia sosial. Justru hal tersebut dapat berpengaruh negatif. Kenapa? Jika anak atau saudara kita tidak mendapat pengetahuan tentang teknologi, ini bisa saja menjadikan ketertinggalan akan perkembangan zaman. Bahkan ia juga bisa mendapat bully dari sekitarnya karena minimnya pengetahuan tentang teknologi.
Jadi apa solusinya?
Solusinya adalah bagaimana orang tua bisa memanage anaknya dalam bermedia sosial. Orang tua ataupun orang yang lebih dewasa seharusnya dapat mengarahkan dan mendukung dalam bermedia sosial, bukan malah melarangnya. Bagaimana pun generasi muda juga membutuhkan informasi yang terdapat pada media sosial. Karena menurut hasil survey saya, pada : Click here for forms , 6 dari 46 penanggap, menggunakan media sosial sebagai media mencari informasi

Mengenai informasi pada media sosial, Indoneisa saat ini sedang digemparkan oleh berita bohong atau bisa disebut hoax. Kejahatan yang sebenarnya sudah lama terjadi di belahan bumi lain, kembali terjadi di indonesia. Tapi, apakah masyarakat sudah mengetahui apa itu hoax? Menurut survey yang saya buat pada : Apakah anda kenal Hoax? 4,3% dari 46 penanggap, tidak kenal dengan hoax. Walaupun hanya 4,3% dari 46, tetapi itu adalah suatu hal yang dapat menjadi benih dari suatu permasalahan pada pemerintahan kita.

Biasanya Hoax bersifat menakut-nakuti yang akhirnya persuasif kepada pembaca untuk menyebarluaskan. Mengapa hoax dapat berkembang di Indonesia? Pengguna gawai dan media sosial di indonesia sangatlah tinggi, hal ini dapat memicu perkembangan hoax. Terlebih lagi, minat baca dan memahami suatu bacaan di indonesia sangatlah rendah. Jadi tidak salah jika di Indonesia rentan dengan penyebaran hoax. Lalu bagaimana upaya pemerintah selama ini?
Pemerintah telah berupaya semaksimal mungkin dengan adanya undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik. Tidak hanya itu, pemerintah juga telah membuat badan siber nasional yang bertujuan untuk memantau konten-konten yang mengandung hal-hal negatif. Dan yang baru saja kita lakukan belum lama ini adalah pengregistrasi ulang kartu perdana anda. Semua ini dilakukan pemerintah untuk memberantas hal-hal yang negatif yang terdapat pada media sosial.
Laku apa yang kita lakukan terhadap semua permasalah ini?
Kita sebagai masyarakat yang cerdas harus menghindari penggunaan media sosial yang berlebihan, apabila kita melihat suatu hal yang dianggap akan membahayakan orang lain, kita dapat melaporkan hal tersebut kepada pihak yang berwajib. Berhati-hati pada judul yang provokatif. Cermati sumber bacaan dan keaslian foto. Karena, biasanya hoax menyebar pada sumber-sumber yang gratis. Yang terpenting kita harus merubah diri sendiri untuk menjadi individu yang lebih baik. Karena tanpa ada perubahan dari diri kita, dunia tidak akan bisa berubah dan berkembang. BIJAK BERMEDIA SOSIAL DAN CERMATI ANCAMAN HOAX!!!!
Memang media sosial banyak memberi kemudahan. Tapi hal yang tak disangka, banyak juga pengaruh negatif terhadap media sosial. Yang masih hangat adalah kasus tentang Cyber Crime, Cyber Bully, Hoax, even Cyber Sex. Kenapa Hal tersebut bisa terjadi? Apakah ada pihak yang mengetahuinya? Hal itu dapat terjadi karena banyak pengguna media sosial yang salah dalam memahami tujuan-tujuan media sosial. Kadang kita sebagai masyarakat hanya bisa resah, padahal pengaruh-pengaruh tersebut datang dari diri kita sendiri. Apakah anda menyadarinya? dengan anda memposting diri anda yang sedang menggunakan pakaian tidak wajar di media sosial, itu sudah dapat menjadi faktor pemicu dari tumbuhnya dampak negatif dari media sosial. Dan inilah faktor-faktor penyalagunaan media sosial.
1. Iman dan Taqwa
![]() |
| (Sumber foto: www.depokpos.com) |
Faktor pertama adalah iman dan taqwa. Mengapa? Iman dan taqwa dapat didefinisikan sebagai suatu tindakan kepercayaan kepada tuhan yang maha esa dalam menaati perintah-perintah dan larangan-larangan yang telah dibuat dan disampaikan melalui kitab dan hadist-hadist nya.
Jika seseorang mempunyai kekuatan iman dan taqwa yang besar, sudah pasti ia akan memikirkan segala tindakan yang akan ia perbuat. Tentu ia akan menggunakan media sosial secara bijak dan positif. Hal ini dapat berpengaruh positif juga terhadap sekitarnya. Lalu, apakah anda sendiri sudah memilikinya? Bagaimana juga dengan sanak saudara anda?
2. Kebijakan Sang Pembuat Media Sosial
![]() |
| (sumber foto: www.inovasee.com) |
3. Pengawasan Orang Tua
![]() |
| (Sumber foto: www.rapixel.com) |
Faktor yang terakhir adalah pengawasan orang tua atau orang yang lebih dewasa. Bagaimanapun, kita tidak bisa melarang anak dan saudara kita untuk bermedia sosial. Justru hal tersebut dapat berpengaruh negatif. Kenapa? Jika anak atau saudara kita tidak mendapat pengetahuan tentang teknologi, ini bisa saja menjadikan ketertinggalan akan perkembangan zaman. Bahkan ia juga bisa mendapat bully dari sekitarnya karena minimnya pengetahuan tentang teknologi.
Jadi apa solusinya?
Solusinya adalah bagaimana orang tua bisa memanage anaknya dalam bermedia sosial. Orang tua ataupun orang yang lebih dewasa seharusnya dapat mengarahkan dan mendukung dalam bermedia sosial, bukan malah melarangnya. Bagaimana pun generasi muda juga membutuhkan informasi yang terdapat pada media sosial. Karena menurut hasil survey saya, pada : Click here for forms , 6 dari 46 penanggap, menggunakan media sosial sebagai media mencari informasi
Mengenai informasi pada media sosial, Indoneisa saat ini sedang digemparkan oleh berita bohong atau bisa disebut hoax. Kejahatan yang sebenarnya sudah lama terjadi di belahan bumi lain, kembali terjadi di indonesia. Tapi, apakah masyarakat sudah mengetahui apa itu hoax? Menurut survey yang saya buat pada : Apakah anda kenal Hoax? 4,3% dari 46 penanggap, tidak kenal dengan hoax. Walaupun hanya 4,3% dari 46, tetapi itu adalah suatu hal yang dapat menjadi benih dari suatu permasalahan pada pemerintahan kita.
Biasanya Hoax bersifat menakut-nakuti yang akhirnya persuasif kepada pembaca untuk menyebarluaskan. Mengapa hoax dapat berkembang di Indonesia? Pengguna gawai dan media sosial di indonesia sangatlah tinggi, hal ini dapat memicu perkembangan hoax. Terlebih lagi, minat baca dan memahami suatu bacaan di indonesia sangatlah rendah. Jadi tidak salah jika di Indonesia rentan dengan penyebaran hoax. Lalu bagaimana upaya pemerintah selama ini?
![]() |
| (Sumber foto: www.google.com/mediasosial ) |
Pemerintah telah berupaya semaksimal mungkin dengan adanya undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik. Tidak hanya itu, pemerintah juga telah membuat badan siber nasional yang bertujuan untuk memantau konten-konten yang mengandung hal-hal negatif. Dan yang baru saja kita lakukan belum lama ini adalah pengregistrasi ulang kartu perdana anda. Semua ini dilakukan pemerintah untuk memberantas hal-hal yang negatif yang terdapat pada media sosial.
Laku apa yang kita lakukan terhadap semua permasalah ini?
Kita sebagai masyarakat yang cerdas harus menghindari penggunaan media sosial yang berlebihan, apabila kita melihat suatu hal yang dianggap akan membahayakan orang lain, kita dapat melaporkan hal tersebut kepada pihak yang berwajib. Berhati-hati pada judul yang provokatif. Cermati sumber bacaan dan keaslian foto. Karena, biasanya hoax menyebar pada sumber-sumber yang gratis. Yang terpenting kita harus merubah diri sendiri untuk menjadi individu yang lebih baik. Karena tanpa ada perubahan dari diri kita, dunia tidak akan bisa berubah dan berkembang. BIJAK BERMEDIA SOSIAL DAN CERMATI ANCAMAN HOAX!!!!





Komentar
Posting Komentar